Cetak sekarang!

Puluhan Bangkai Ayam Positif FB Dibuang di Saluran Irigasi

Laporan:

 Puluhan bangkai ayam yang fositif akibat virus flu burung (FB) di temukan dibuang di saluran irigasi di Kampung Babakan Kelapa, Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, Senin (9/11).
Puluhan Bangkai Ayam Positif FB Dibuang di Saluran Irigasi Lebak, Pelita Puluhan bangkai ayam yang fositif akibat virus flu burung (FB) di temukan dibuang di saluran irigasi di Kampung Babakan Kelapa, Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, Senin (9/11). Bahkan, akibat puluhan bangkai ayam tersebut baunya sampai tercium hingga radius 100 meter. Warga setempat yang khawatir bangkai ayam tersebut terkena virus flu burung langsung melaporakannya kepada Dinas peternakan (Disnak) setempat. Disnak yang mendapatkan laporan dari warga, langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, kematian beberapa ekor ayam positif akibat virus flu burung. Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnak Lebak Anmuza mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan secara langsung menggunakan alat medis, puluhan bangkai ayam yang dibuang ke saluran irigasi di Kampung Babakan kelapa, desa Aweh positif vlu burung. Kami kira, puluhan bangkai ayam ini dibuang dari peternakan warga Aweh yang beberapa waktu lalu positif vlu burung, terang Anmuza, di temui di lokasi, kemarin. Untuk itu, kata dia, agar tidak menular kepada hewan lain dan juga kepada warga, bila menemukan hewan mati mendadak segera melaporkan kepada petugas kesehatan terdekat. Dan yang paling utama, bila menemukan ayam mati mendadak jangan di buang sembarangan apalagi dubuang kesungai yang airnya di pergunakan sehari-hari oleh masyarakat. Baiknya bangkainya di bakar lalu di kubur di lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk, terang dia. Lebih lanjut ia mengatakan, dengan di temukannya puluhan ayam mati mendadak, pihaknya akan kembali menerjunkan tim kesehatan hewan untuk melakukan penyemprotan desinfeksi keseluruh kandang ayam milik warga di kampong setempat. Selain itu. Nantinya, kami pun memberikan desinfeksinya sebanyak lima liter serta meminjamkan alat penyemprot kepada warga setempat agar digunakan untuk penyemprotan, pungkasnya, seraya mengatakan bila kasus kematian ayam secara mendadak yang sebelumnya terjadi di Kampung Batubelah, Kampung Cirende, Bengkok Tayoh. Masih kata dia, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan dan aparat desa di Kalanganyar serta warga setempat. Dalam pertemuan dengan beberapa elemen di Kalanganyar, kami melakukan himbauan agar masyarakat yang memiliki ternak ayam harus sering membersihkan atau menyiram kandangnya dengan air sabun atau air diterjen. Karena dengan dua jenis air ini, virus flu burung dapat dimusnahkan, ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak H Maman Sukirman mengaku sejak ada informasi tentang puluhan ayam mati mendadak, pihaknya langsung menerjunkan tim investigasi ke lokasi kejadian di antaranya di Kecamatan Kalanganyar dan Cikulur. Alhamdulilah sejauh ini tidak ada manusia yang tertular, katanya. Dijelaskan Maman, flu burung yang menyerang unggas itu tidak akan menyerang manusia. Namun, antisipasi penyebaran virus H5N1-nya harus terus dilakukan agar tidak menular ke unggas yang lain. Kami telah mempersiapkan 4.000 tamiflu yang disebar di seluruh puskesmas di Kabupaten Lebak. Untuk itu bila ada yang terinfeksi diharapkan segera dirawat di tempat medis terdekat, tukasnya. (ck-202)


Sumber: http://203.130.198.30//artikel/83044.shtml