Edisi Kamis , 09 September 2010  
 Topik
Assalamualaikum
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Hallo Bogor
Derap TNI-Polri
Otonomi Daerah
 Rubrik Khusus
Pelita Hati
Hiburan
Pariwisata
Kesehatan
Budaya
Parlementaria
Lemb Anak Indonesia
Otonomi Daerah
Pemahaman Keagamaan
Lingkaran Hidup
Forum Mahasiswa
Swadaya Mandiri
Forum Berbangsa dan Bernegara
Dunia Tasawuf
  Kurs Valuta Asing
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
  Rumah sakit
Presiden SBY: Kritik Kalau Overdosis Bikin...
[Politik dan Keamanan]

Presiden SBY: Kritik Kalau Overdosis Bikin Tambah Sakit

Jakarta, Pelita
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengibaratkan kritik laksana obat; kalau dosisnya tepat bikin sehat, namun kalau overdosis bisa menyakitkan.
Perumpamaan itu disampaikan Presiden Yudhoyono di hadapan para petinggi Polri dalam acara Rapimnas Polri di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (8/2).
Kritik itu laksana obat. Ketika obat itu benar sesuai dengan jenis apa yang diobati, dan dosisnya tepat, bikin sehat. Tapi kalau obat itu dosisnya keliru, tidak tepat, malah bikin tidak sehat, tambah sakit, kata Yudhoyono.
Presiden mengisahkan kembali pertanyaan yang diajukan seorang Taruna saat menghadiri acara wisuda Perwira TNI/Polri di Surabaya beberapa waktu lalu, yang mempertanyakan pemberitaan yang terus menghujat Kepolisian terkait kasus Bibit-Chandra.
Yudhoyono menjawab agar jajaran Kepolisian bersikap jernih, rasional, tenang, dan tidak emosional; untuk melakukan evaluasi termasuk introspeksi apakah ada kekurangan dalam mengemban tugas.
Kalau memang ada, perlu diperbaiki, sebagaimana seluruh komponen bangsa yang juga harus melakukan evaluasi.
Dikatakan, jika terjadi salah paham dari masyarakat, polisi harus mampu menjelaskan secara gamblang, karena akan bahaya jika polemik yang berlarut-larut tidak dijelaskan secara gamblang. Mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji tidak diundang di acara Rapim Polri ini. Saya tidak diundang, kata Susno.
Namun Susno memang mahfum dengan alasan dia tidak diundang. Meski sebenarnya dengan pangkat bintang tiga yang hanya ada beberapa orang saja di Polri, dia semestinya diundang. Itu kan Rapim Polri. Artinya, rapat pimpinan. Saya memimpin apa? katanya.
Harus dibedakan
Pada bagian lain, presiden meminta agar penegak hukum peka dan sensitif dalam menegakkan hukum dan keadilan. Penegakan hukum bagi kejahatan yang dilakukan oleh kelas bawah dan kejahatan kelas kakap harus dibedakan.
Hukum dan keadilan itu serupa tetapi tidak sama. Yang kita tuju adalah keadilan, jangan ada diskriminasi. Lakukan kesetiakawanan kepada yang lemah dan bagaimana keadilan bisa lebih ditegakkan lebih daripada penegakan hukum itu sendiri, katanya.
Dia mencontohkan, ada seorang pegawai negeri sipil kelas bawah 1A. Dia khilaf mengambil uang negara Rp1 juta. Setelah dicek ternyata dua anak dan istrinya sakit, dan masuk rumah sakit.
Mengambil Rp1 juta memang keliru. Tetapi cara melihatnya harus berbeda dengan orang yang mencuri uang negara Rp10 miliar yang seharusnya tidak dia lakukan, ujar dia.
Mata hati kita harus peka dan sensitif melihat hal seperti ini. Itulah yang membedakan antara hukum dan justice. Saya kira masih banyak kejahatan by design yang saya contohkan karena kekhilafan dan cara penanganannya harus beda, lanjut Kepala Negara.
Sehari sebelumnya, presiden melakukan peninjauan Latihan Pemantapan Terpadu Marinir 2010 di Teluk Pantai Caligi, Padang Cermin, Provinsi Lampung, dan berdiri di atas Tank Amphibi jenis LVT yang dilepas dari KRI Surabaya. (jon)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Demokrat Sendirian Bela BI dan KSSK
Wiranto Terpilih Menjadi Ketua Umum Secara Aklamasi
Kejagung Bantah Tidak Izinkan Komjak Menghadiri Sidang MKJ
Jaksa Belum Terima SPDP Kasus Senpi Pembunuh Nasrudin
Guruh Maju Meski Didukung Hanya Satu DPC
 
  Berita Lainnya
Demokrat Sendirian Bela BI dan KSSK
Wiranto Terpilih Menjadi Ketua Umum Secara Aklamasi
Kejagung Bantah Tidak Izinkan Komjak Menghadiri Sidang MKJ
Jaksa Belum Terima SPDP Kasus Senpi Pembunuh Nasrudin
Guruh Maju Meski Didukung Hanya Satu DPC
 


Copyright Pelita 2007©