|
[Opini] Pilihan Pasangan Capres yang Menarik
Oleh Haryono Suyono
Menurut banyak kalangan, pilihan calon Presiden dari Partai Demokrat pada SBY dianggap luar biasa dan untuk lima tahun ke depan sudah sangat memadai. Pilihan calon Wakil Presiden siapa saja tidak banyak mengandung bahaya, hanya perlu hati-hati karena calon Presiden dan Wakil Presiden dari Partai lain pasti pasang kuda-kuda mencari kelemahan kedua calon tersebut. Pilihan yang tidak tepat akan menimbulkan peluang bagi pesaingnya biarpun banyak orang berpendapat bahwa lawan politiknya pasti akan sangat kewalahan.
Apabila pasangan lain bersikekuh untuk mengusung perubahan dan berani mengambil keputusan politik menawarkan pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden tandingan, maka pendidikan politik di tanah air akan menjadi menarik. Alternatip pertama, Ibu Mega dan pak Jusuf Kalla dua-duanya tidak mencalonkan diri. Keduanya sepakat mengusung sepasang anak muda, seperti halnya SBY di masa lalu, misalnya Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Prabowo. Keduanya mempunyai bacaan yang menarik selama masa para kampanye Presiden, atau selama mengantar para Caleg.
Sri Sultan adalah figur Golkar yang dikenal mempunyai pendekatan budaya yang mempunyai pengaruh cukup luas di banyak daerah. Pendekatan budaya yang dibawakannya menjanjikan suasana sejuk karena bertujuan mempersatukan seluruh komponen Nusantara, baik antar generasi, semua kekuatan pembangunan, maupun generasi mendatang yang bisa sangat maju. Menurut berita Sri Sultan ingin menghilangkan caci maki dan kebencian sesama anak bangsa agar seluruh komponen bangsa ini bisa berubah menjadi kekuatan yang luar biasa untuk membawa kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Prabowo melalui bacaan kampanyenya menjanjikan untuk rakyat kecil, petani dan pedagang kecil perhatian dan komitmen untuk mengembangkan pembangunan sebagai gerakan pemberdayaan yang sangat menarik. Dalam banyak kesempatan ditawarkannya budaya kerja keras untuk maju sehingga bangsa ini tidak harus menjadi bangsa pengemis yang memalukan. Kekawatiran pada cerita pengalaman masa lalu yang dianggap gelap dijamin pendekatan budaya Sri Sultan yang menjanjikan persatuan dan kedamaian.
Andaikan pilihan diatas tidak terjadi, tetapi Ibu Mega tetap tegar menjadi calon Presiden dengan mengambil calon Wakil Presiden lain, misalnya pak Probowo seperti yang disebut-sebut, maka pasangan ini akan sangat menarik. Anak-anak muda akan dapat ditariknya karena faktor Prabowo yang menurut berita media massa banyak menarik generasi muda yang ingin perubahan pada negeri ini. Sementara Ibu Mega, dengan pemilihnya yang fanatik, dan selama ini sangat setia, akan memperkuat dukungan pada pemilih muda yang menghendaki perubahan bersama Prabowo. Pasangan ini patut diperhitungkan oleh pasangan SBY dengan hati-hati.
Karena dua jendral yang ingin menjadi Presiden sudah bergabung dengan Ibu Mega, yaitu pak Prabowo dan pak Wiranto, maka pak Jusuf Kalla bisa maju dengan pak Sutiyoso atau Bang Yos. Dengan karakternya yang prakmatis keduanya menjadi pasangan yang menjanjikan. Jusuf Kalla dengan segudang pengalamannya mendampingi pak SBY bisa memberi petunjuk politik yang kuat apabila keduanya dipilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Sebaliknya Bang Yos yang terkenal tangguh pada waktu memimpin DKI Jakarta bisa menjadi penggerak operasional pembangunan yang cekatan dan sangat pro rakyat. Pasangan ini bisa membuat keputusan dan melaksanakan keputusan itu dengan gigih dan cepat. Langkah-langkah Jusuf Kalla di masa lalu yang terkesan tidak ada tindak lanjutnya, dengan pendamping Bang Yos hampir pasti bisa terlaksana dengan baik.
Apabila kedua opsi terakhir ini terjadi, maka rakyat Indonesia akan belajar demokrasi dengan tiga pasangan pilihan calon Presiden dan Wakil Presiden yang cukup menarik. Pilihan manapun mengandung kelebihan dan resiko yang tidak satu orangpun mengetahuinya dengan pasti. Tetapi siapapun pilihan kita, kalau salah satu dari ketiga pasangan itu dipilih dan mengambil pembantu-pembangunya dengan baik, Insya Allah Republik yang besar ini akan maju pesat dan mengantar keluarga dan penduduknya menjadi keluarga dan penduduk yang bahagia dan sejahtera.
Penulis adalah pengamat sospol |