|
[Politik dan Keamanan] Menristek: Jangan Pilih Caleg Gaptek
Jakarta, Pelita
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto Kadiman meminta masyarakat Indonesia jangan memilih calon legislatif yang gagap teknologi (Gaptek). Alasan tersebut diutarakan mengingat dalam pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia tidak akan terlepas dari peran serta Ilmu Teknologi.
Kalau mereka Gaptek yang tidak tahu apa-apa soal Iptek, bagaimana dia bisa melakukan skala prioritas dalam pembangunan bangsa mengingat pembangunan negeri ini tidak lepas dari peranan Iptek. Kalau mereka Gaptek, alokasi anggaran untuk Iptek pun disusun tanpa skala prioritas karena yang menentukan anggaran para politisi-politisi itu kan, kata Menristek Kusmayanto Kadiman setelah mengukuhkan 100 anggota Dewan Riset Nasional (DRN) periode 2009-2011 belum lama ini di Jakarta.
Kalau perlu anggota DRN yang menjadi anggota partai, dan ini tidak dilarang, bahkan anggota DRN dapat membantu partai politik dalam pencerahan Iptek di masyarakat seperti halnya membantu petani untuk peningkatan produksi beras. Kita menekankan bahwa Iptek itu memegang peranan penting, jelasnya.
Dia mengungkapkan, saat ini ada empat skala prioritas dalam pembangunan jangka panjang, yaitu pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan hankam. Jika Caleg-caleg itu tidak gaptek, diharapkan sektor Iptek mendapat skala prioritas dalam anggaran pada kabinet berikutnya. Selama ini bidang Ristek selalu dikritik tidak menghasilkan apa-apa, tapi sementara anggaran yang dialokasikan minim.
Selain itu, Menristek juga mengingatkan, meski dana penelitian terbatas, bukan berarti berhenti berkarya. Inilah risiko politik yang memang hasil dari Caleg-caleg sebelumnya. Kementerian Ristek sendiri di tengah keterbatasan dana harus berjuang menghasilkan sesuatu yang dibutuhkan bangsa.
Dalam pengukuhan 100 anggota DRN telah terpilih Andrianto Handojo, dosen senior dari Program Studi Teknik Fisika ITB sebagai Ketua DRN; Betti Alisjahbana sebagai Wakil Ketua DRN; dan Tusy Augustine Adibroto dari BPPT sebagai Sekretaris Jenderal DRN.
Menristek juga mengatakan ada tiga target yang harus dicapai DRN. Pertama, bidang pangan tercapainya swasembada padi, kedelai dan jagung, serta daging sapi.
Kedua, bidang obat-obatan produksi jamu seperti jamu perkasa dan kecantikan perempuan, agar dapat tercapai menembus angka 15 persen dari pangsa pasar obat. Dan, ketiga, bidang Hankam dapat terpenuhinya peralatan militer yang dibutuhkan seperti roket dan Alutsista. (mth)
|