Edisi Sabtu , 04 September 2010  
 Topik
Assalamualaikum
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Hallo Bogor
Derap TNI-Polri
Otonomi Daerah
 Rubrik Khusus
Pelita Hati
Hiburan
Pariwisata
Kesehatan
Budaya
Parlementaria
Lemb Anak Indonesia
Otonomi Daerah
Pemahaman Keagamaan
Lingkaran Hidup
Forum Mahasiswa
Swadaya Mandiri
Forum Berbangsa dan Bernegara
Dunia Tasawuf
  Kurs Valuta Asing
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
  Rumah sakit
Menristek: Jangan Pilih Caleg Gaptek
[Politik dan Keamanan]

Menristek: Jangan Pilih Caleg Gaptek

Jakarta, Pelita
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto Kadiman meminta masyarakat Indonesia jangan memilih calon legislatif yang gagap teknologi (Gaptek). Alasan tersebut diutarakan mengingat dalam pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia tidak akan terlepas dari peran serta Ilmu Teknologi.
Kalau mereka Gaptek yang tidak tahu apa-apa soal Iptek, bagaimana dia bisa melakukan skala prioritas dalam pembangunan bangsa mengingat pembangunan negeri ini tidak lepas dari peranan Iptek. Kalau mereka Gaptek, alokasi anggaran untuk Iptek pun disusun tanpa skala prioritas karena yang menentukan anggaran para politisi-politisi itu kan, kata Menristek Kusmayanto Kadiman setelah mengukuhkan 100 anggota Dewan Riset Nasional (DRN) periode 2009-2011 belum lama ini di Jakarta.
Kalau perlu anggota DRN yang menjadi anggota partai, dan ini tidak dilarang, bahkan anggota DRN dapat membantu partai politik dalam pencerahan Iptek di masyarakat seperti halnya membantu petani untuk peningkatan produksi beras. Kita menekankan bahwa Iptek itu memegang peranan penting, jelasnya.
Dia mengungkapkan, saat ini ada empat skala prioritas dalam pembangunan jangka panjang, yaitu pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan hankam. Jika Caleg-caleg itu tidak gaptek, diharapkan sektor Iptek mendapat skala prioritas dalam anggaran pada kabinet berikutnya. Selama ini bidang Ristek selalu dikritik tidak menghasilkan apa-apa, tapi sementara anggaran yang dialokasikan minim.
Selain itu, Menristek juga mengingatkan, meski dana penelitian terbatas, bukan berarti berhenti berkarya. Inilah risiko politik yang memang hasil dari Caleg-caleg sebelumnya. Kementerian Ristek sendiri di tengah keterbatasan dana harus berjuang menghasilkan sesuatu yang dibutuhkan bangsa.
Dalam pengukuhan 100 anggota DRN telah terpilih Andrianto Handojo, dosen senior dari Program Studi Teknik Fisika ITB sebagai Ketua DRN; Betti Alisjahbana sebagai Wakil Ketua DRN; dan Tusy Augustine Adibroto dari BPPT sebagai Sekretaris Jenderal DRN.
Menristek juga mengatakan ada tiga target yang harus dicapai DRN. Pertama, bidang pangan tercapainya swasembada padi, kedelai dan jagung, serta daging sapi.
Kedua, bidang obat-obatan produksi jamu seperti jamu perkasa dan kecantikan perempuan, agar dapat tercapai menembus angka 15 persen dari pangsa pasar obat. Dan, ketiga, bidang Hankam dapat terpenuhinya peralatan militer yang dibutuhkan seperti roket dan Alutsista. (mth)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Kompetisi Capres Harus Didasari Kualitas, Bukan Kekuasaan
F-KB: Kata Rakyat, DPR dan Pemerintah Sama Tukang Bohong
Kepolisian-Kejaksaan Harus Pidanakan Bawahannya
KPK Segera Umumkan Hasil Kajian Kasus Dana Haji
Suara PKS di Jakarta Diprediksi Turun
 
  Berita Lainnya
Kompetisi Capres Harus Didasari Kualitas, Bukan Kekuasaan
F-KB: Kata Rakyat, DPR dan Pemerintah Sama Tukang Bohong
Kepolisian-Kejaksaan Harus Pidanakan Bawahannya
KPK Segera Umumkan Hasil Kajian Kasus Dana Haji
Suara PKS di Jakarta Diprediksi Turun
 


Copyright Pelita 2007©