Edisi Selasa , 09 Februari 2010  
 Topik
Assalamualaikum
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Hallo Bogor
Derap TNI-Polri
Otonomi Daerah
 Rubrik Khusus
Pelita Hati
Hiburan
Pariwisata
Kesehatan
Budaya
Parlementaria
Lemb Anak Indonesia
Otonomi Daerah
Pemahaman Keagamaan
Lingkaran Hidup
Forum Mahasiswa
Swadaya Mandiri
Forum Berbangsa dan Bernegara
Dunia Tasawuf
  Kurs Valuta Asing
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
  Rumah sakit
Banyak Manfaat yang Diperoleh dari Bangun Pagi
[Agama dan Pendidikan]

Banyak Manfaat yang Diperoleh dari Bangun Pagi
Siswa Jakarta Sudah Rasakan Manfaat Masuk Pukul 06.30

Jakarta, Pelita
Untuk menggairahkan pemberlakuan jam masuk sekolah mulai pukul 06.30, Dinas Pendidikan DKI menggelar kampanye gerakan bangun pagi Indonesia. Banyak manfaat yang diperoleh siswa atau masyarakat pada umumnya ketika bangun pagi.
Dalam pencanangannya ditandai dengan sarasehan yang dihadiri para pakar kesehatan dan juga aktivis dari organisasi masyarakat di DKI Jakarta. Dari paparan sarasehan tersebut disimpulkan, selain dapat mengurangi kemacetan lalulintas, pemberlakukan jam masuk sekolah lebih awal 30 menit tersebut, juga dapat meningkatkan kesehatan tubuh para siswa.
Dengan bangun pagi tekanan darah yang terjadi saat tidur bisa lekas mengalir normal karena gerak tubuh, kata Dr. Muslim Nathin, pakar kesehatan, kemarin. Bahkan, secara medis, bangun pagi juga dapat dapat mengurangi kecenderungan terserang panyakit kardiovaskular atau gangguan jantung dan pembuluh darah.
Bangun pagi sangat baik karena udaranya masih jernih, tidak terkena polusi. Bahkan kualitas oksigen sangat bagus karena baru terjadi perputaran dari tumbuhan ke manusia, Ujar Muslim Nathin.
Karena itu, ia tidak sependapat jika ada pihak yang mengatakan bahwa dengan bangun pagi para siswa akan sulit menerima pelajaran karena masih mengantuk saat belajar di kelas. Menurut dia, menurut ilmu kesehatan, bangun pagi dapat meningkatkan sistem sirkulasi darah yang jauh lebih baik dari pada bangun siang.
Dulu, para tokoh bangsa ini pun berhasil sukses karena selalu disiplin dalam hidupnya. Bangun tidur selalu pagi hari dan langsung melakukan aktifitasnya. Bahkan dalam Islam pun diajarkan agar anak-anak usia 7 tahun dilatih bangun pagi hari untuk menunaikan Sholat Subuh dan melakukan aktivitas lainnya. Jadi pada pagi hari itu jika digunakan untuk membaca buku dapat mudah terserap dalam otaknya, ujarnya.
Secara alami, lanjut Muslim, jam tidur setiap manusia, mulai dari Balita hingga dewasa akan mengalami perubahan. Biasanya balita akan tidur dalam waktu 18 jam setiap hari. Kemudian, usia 2-3 tahun berkurang menjadi 12 jam. Anak usia sekolah SD/SMP membutuhkan tidur selama 10-12 jam, sedangkan usia SMA membutuhkan tidur selama 8 jam. Kemudian untuk kalangan orang tua di atas 50 hanya membutuhkan tidur selama 4 jam.

Ketua Mekar Pagi Community yang juga Ketua Karang Taruna Nasional, Dody Susanto, membenarkan apa yang diungkapkan Maslim Nathin tersebut.
Bahkan, menurutnya, bangun pada pagi hari dapat menyegarkan metabolisme tubuh dan menyehatkan mental. Bahkan, akhir-akhir ini bangun pagi telah diterapkan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan daya tahan butuh bagi penderita Acquired Immune Deficiency Syndrom (AIDS).
Ilmuwan dari Jerman, Dr Alexander Browis bahkan menjadikannya sebagai terapi terbaru untuk menguatkan tubuh para pasien penderita AIDS. Kecenderungan bagun pagi yang disertai dengan exercise seperti sholat subuh bagi umat Islam, dapat mengurangi kecenderungan terjadinya gangguan kardiovaskular, katanya mengutip pendapat Alexander Browis.
Selain itu, ia juga mengungkapkan, pagi hari memiliki unsur sunyi yang baik untuk merangsang otak dan kejiwaaan seseorang. Sehingga, dapat mengurangi tingkat depresi para siswa. Jadi bangun pagi itu memang banyak manfaatnya, salah satunya dapat mengurangi depresi, tukasnya.
Karena itu, upaya Pemda Provinsi DKI Jakarta yang telah memajukan masuk sekolah mulai pukul 06.30 merupakan langkah yang tepat.
Menurut Dody Susanto, dari gerakan bangun pagi lahirlah semangat perubahan yang telah kita patri, seperti pendirian sekolah terbuka, gerakan bangun pagi Indonesia dan lain sebagainya.
Kepala SMA Negeri 80 Dra Era Yulvita, MM mengatakan setelah beberapa hari ini siswa masuk sekolah mulai pukul 06.30 sudah banyak manfaat yang dirasakan.
Buktinya, mereka bisa bangun pagi dan masuk sekolah tidak terlambat lagi ujarnya.
Menurut dia, sekarang tidak ada yang terlambat lagi ketika harus masuk pukul 06.30. Para siswa mengaku harus tidur tidak terlalu malam sehingga bisa bangun lebih pagi. Bangun pagi itu kan sehat, ujarnya. (kim)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Menag Lepas Gerak Jalan Beregu
DPP Walubi dan Depag Gelar Bakti Sosial
BNSP Hasilkan Sejumlah Standar Pendidikan
Jamaah Haji Berharap Kompensasi
Sajadah Sudah Hilang Kembali di Pundaknya
 
  Berita Lainnya
Menag Lepas Gerak Jalan Beregu
DPP Walubi dan Depag Gelar Bakti Sosial
BNSP Hasilkan Sejumlah Standar Pendidikan
Jamaah Haji Berharap Kompensasi
Sajadah Sudah Hilang Kembali di Pundaknya
 


Copyright Pelita 2007©