Edisi Kamis , 09 September 2010  
 Topik
Assalamualaikum
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Hallo Bogor
Derap TNI-Polri
Otonomi Daerah
 Rubrik Khusus
Pelita Hati
Hiburan
Pariwisata
Kesehatan
Budaya
Parlementaria
Lemb Anak Indonesia
Otonomi Daerah
Pemahaman Keagamaan
Lingkaran Hidup
Forum Mahasiswa
Swadaya Mandiri
Forum Berbangsa dan Bernegara
Dunia Tasawuf
  Kurs Valuta Asing
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
  Rumah sakit
Keadilan Masih Menaungi Kemat, Devid dan Sugik
[Politik dan Keamanan]

Keadilan Masih Menaungi Kemat, Devid dan Sugik

IMAM Hambali alias Kemat dan Devid Eko Priyanto alias Devid, terhitung hari ini hampir seminggu telah menghirup udara segar di
luar penjara setelah keduanya dibebaskan Mahkamah Agung (MA) pada tingkat Peninjauan Kembali (PK) dari tuduhan membunuh Asrori pada 3 Desember 20080.
Keadilan yang diperoleh Kemat dan Devid memang bukan mudah. Keduanya yang sempat dihukum masing-masing 17 tahun dan 12 tahun penjara harus menunggu hampir setahun sebelum munculnya pengakuan dari pelaku pembunuh Asrori sebenarnya yaitu Ryan.
Mungkin semula sama sekali tidak terbayangkan bagi Kemat dan Devid, secepat itu mereka mendapatkan keadilan dalam proses hukum yang kadang-kala seperti kawasan hutan rimba belantara yang tidak bertuan, dengan pameo siapa yang kuat dialah yang jadi pemenang.
Boleh dikatakan kehidupan keduanya dari apa yang diberitakan selama ini bukanlah termasuk dari keluarga orang yang mampu atau memiliki pengaruh sehingga bisa mendapatkan perlakuan istimewa di ranah hukum.
Tak pelak meski mereka sudah berkali-kali membantah sebagai pelakunya. Namun seperti disampaikan Kemat dan Devid kepada media cetak dan elektronik bahwa mereka tetap diproses dan mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari penyidik kepolisian.
Boleh jadi nasib keduanya akan sangat beda jika tidak muncul pengakuan Ryan sebagai pembunuh Asrori, dan hasil dari test DNA yang menyatakan mayat korban pembunuhan dari Kemat dan Devid itu bukan Asrori melainkan Fauzin.
Tentunya Kemat dan Devid serta satu rekannya yang kini masih diadili dalam kasus yang sama yaitu Maman Sugianto alias Sugik, masih akan lebih lama lagi menjadi penghuni LP.
***
MASYARAKAT memang mengharapkan agar dalam menutup tahun 2008 tragedi Kemat, Devid dan Sugik yang salah tangkap menjadikan yang terakhir di dalam proses penegakan hukum. Karena kita tahu kadang kala keadilan itu menjadi barang yang sangat mahal.
Meski katanya negara kita adalah negara hukum sehingga siapa saja mempunyai kedudukan yang sama di depan hukum. Namun mengenai
keadilan bagi orang kaya dan memiliki pengaruh dengan orang yang miskin pasti tetap berbeda jika sama-sama melanggar hukum.
Lihat saja pencuri ayam atau kelas teri dengan pencuri uang negara atau yang kelas kakap pasti berbeda perlakuannya. Jika si kelas teri menghadapi sidang tangannya harus diborgol dan memakai seragam tertentu. Tapi bagi si kelas kakap tidak.
Padahal sebelum ada keputusan hakim yang memiliki kekuatan hukum tetap, maka siapapun pelaku yang dianggap melakukan tindak pidana tetap dianggap tidak bersalah.
Memang keadilan itu seringkali lambat datangnya. Tetapi juga bisa juga cepat seperti pada Kemat dan Devid. Keduanya sungguh beruntung kareka keadilan ternyata masih menaungi mereka. Memang rekannya yaitu Sugik kini masih diadili di PN Jombang. Tapi cepat atau lambat keadilan pun akan muncul bagi Sugik.(m juhriyadi)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Presiden: Jangan Ada Negara Mendikte...
Masihkah Pertarungan Klasik PDIP-Golkar..
Din Syamsuddin Gagas Poros Tengah Baru
Peta Kompetisi Politik Sumut
Hari Anti-Korupsi
 
  Berita Lainnya
Presiden: Jangan Ada Negara Mendikte...
Masihkah Pertarungan Klasik PDIP-Golkar..
Din Syamsuddin Gagas Poros Tengah Baru
Peta Kompetisi Politik Sumut
Hari Anti-Korupsi
 


Copyright Pelita 2007©