Edisi Selasa , 09 Februari 2010  
 Topik
Assalamualaikum
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Hallo Bogor
Derap TNI-Polri
Otonomi Daerah
 Rubrik Khusus
Pelita Hati
Hiburan
Pariwisata
Kesehatan
Budaya
Parlementaria
Lemb Anak Indonesia
Otonomi Daerah
Pemahaman Keagamaan
Lingkaran Hidup
Forum Mahasiswa
Swadaya Mandiri
Forum Berbangsa dan Bernegara
Dunia Tasawuf
  Kurs Valuta Asing
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
  Rumah sakit
PGRI Kolaka Bermain Politik Praktis
[Nusantara]

PGRI Kolaka Bermain Politik Praktis

Kolaka, Pelita
Keikusertaan PGRI Kab Kolaka dalam beberapa rangkaian tahapan Pilkada Kolaka menuai protes dan sorotan tajam dari para anggotanya, lembaga yang menaungi para guru ini dituding bermain politik praktis untuk mendukung salah satu calon.
PGRI Kolaka sudah digiring kepada Politik Praktis untuk mendukung salah satu calon pada Pilkada mendatang, Hal ini menyalahi aturan organisasi dimana PGRI harus independen, kata Bustam, SPd kepada Pelita, Senin (25/8/2008)
Seperti diketahui Ketua PGRI Kab Kolaka, H Amir Sahaka, SPd MPd yang juga menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kab. Kolaka menjadi salah satu peserta Pilkada Kolaka berpasangan dengan mantan Bupati Kolaka, H Buhari Matta.
Indikasi berpolitik praktis lanjut Bustam, terlihat dengan adanya deklarasi PGRI ditiap kecamatan untuk mendukung salah satu calon, dalam prosesi pendaftaran calon peserta Pilkada di KPU Kolaka beberapa waktu lalu juga membawa nama lembaga tersebut, bahkan ada oknum anggota PGRI Kolaka yang memaksa para guru untuk bertanda tangan mendukung salah satu calon.
Yang lebih parah, ada penekanan dan intimidasi kepada para guru yang tidak bersedia mengikuti kemauan oknum tersebut, termasuk ancaman pemutasian ke daerah-daerah terpencil, kata Bustam yang juga Koordinator Forum Pemerhati Nasib Guru (FPNG) Kolaka geram.
Jika mengatasnamakan pribadi guru silahkan saja, tapi jangan bawa nama PGRI secara kelembagaan, lanjutnya sambil menambahkan telah melaporkan kasus ini ke pengurus PGRI Provinsi Sultra dan mendapat dukungan, katanya. (ck-20)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Bendera dan Atribut Partai Golkar Dibakar
RAPBDP 2008 Kota Tangerang Terjadi Kenaikan
Batas Akhir Pelunasan BPIH Ditentukan 10 September
Kalau Mau Nomor Urut Satu Harus Begitu
Enam Fraksi di DPRD Prov. Jambi
 
  Berita Lainnya
Bendera dan Atribut Partai Golkar Dibakar
RAPBDP 2008 Kota Tangerang Terjadi Kenaikan
Batas Akhir Pelunasan BPIH Ditentukan 10 September
Kalau Mau Nomor Urut Satu Harus Begitu
Enam Fraksi di DPRD Prov. Jambi
 


Copyright Pelita 2007©