|
[Nusantara] PGRI Kolaka Bermain Politik Praktis
Kolaka, Pelita
Keikusertaan PGRI Kab Kolaka dalam beberapa rangkaian tahapan Pilkada Kolaka menuai protes dan sorotan tajam dari para anggotanya, lembaga yang menaungi para guru ini dituding bermain politik praktis untuk mendukung salah satu calon.
PGRI Kolaka sudah digiring kepada Politik Praktis untuk mendukung salah satu calon pada Pilkada mendatang, Hal ini menyalahi aturan organisasi dimana PGRI harus independen, kata Bustam, SPd kepada Pelita, Senin (25/8/2008)
Seperti diketahui Ketua PGRI Kab Kolaka, H Amir Sahaka, SPd MPd yang juga menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kab. Kolaka menjadi salah satu peserta Pilkada Kolaka berpasangan dengan mantan Bupati Kolaka, H Buhari Matta.
Indikasi berpolitik praktis lanjut Bustam, terlihat dengan adanya deklarasi PGRI ditiap kecamatan untuk mendukung salah satu calon, dalam prosesi pendaftaran calon peserta Pilkada di KPU Kolaka beberapa waktu lalu juga membawa nama lembaga tersebut, bahkan ada oknum anggota PGRI Kolaka yang memaksa para guru untuk bertanda tangan mendukung salah satu calon.
Yang lebih parah, ada penekanan dan intimidasi kepada para guru yang tidak bersedia mengikuti kemauan oknum tersebut, termasuk ancaman pemutasian ke daerah-daerah terpencil, kata Bustam yang juga Koordinator Forum Pemerhati Nasib Guru (FPNG) Kolaka geram.
Jika mengatasnamakan pribadi guru silahkan saja, tapi jangan bawa nama PGRI secara kelembagaan, lanjutnya sambil menambahkan telah melaporkan kasus ini ke pengurus PGRI Provinsi Sultra dan mendapat dukungan, katanya. (ck-20) |