Edisi Kamis , 09 September 2010  
 Topik
Assalamualaikum
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Hallo Bogor
Derap TNI-Polri
Otonomi Daerah
 Rubrik Khusus
Pelita Hati
Hiburan
Pariwisata
Kesehatan
Budaya
Parlementaria
Lemb Anak Indonesia
Otonomi Daerah
Pemahaman Keagamaan
Lingkaran Hidup
Forum Mahasiswa
Swadaya Mandiri
Forum Berbangsa dan Bernegara
Dunia Tasawuf
  Kurs Valuta Asing
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
  Rumah sakit
Kalau Mau Nomor Urut Satu Harus Begitu
[Nusantara]

Caleg PPP Tidak Cukup Punya Masa Harus Juga Punya Duit
H Nusnirwan: Kalau Mau Nomor Urut Satu Harus Begitu


Jambi, Pelita
Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Jambi H Nusnirwan mengungkapkan, setiap calon legislatif (Caleg) di partainya harus punya duit yang cukup dan tidak sekedar hanya mengandalkan punya masa. Sebab, untuk biaya yang dibutuhkan dalam menghadapi Pemilu 2009 mendatang, setidaknya dibutuhkan biaya miliaran yang harus disediakan untuk membiayai saksi-saksi yang berada di 7. 500 tempat pemungutan suara (TPS) di Provinsi Jambi.
Namun, seperti diungkapkan Nusnirwan kepada Pelita yang menghubunginya melalui ponselnya, Senin (25/8) mengatakan, kalau setoran yang diberikan caleg yang berada pada nomor urut satu bukanlah setoran wajib, tetapi duit yang disetorkan itu untuk kebutuhan membiayai kampanye dan biaya yang mesti diberikan kepada saksi-saksi yang ada di masing-masing TPS.
Tidak benar kalau setoran itu dikatakan setoran wajib bagi seorang caleg di PPP. Sebab, biaya itu diperuntukan buat menutupi biaya yang dikeluarkan partai ini, kata Nusnirwan, segaligus membantah keterangan Hamid Arifien caleg PPP yang mengaku diwajibkan memberikan setor seratus juta kepada partainya.
Nusnirwan saat ditanya, bagaimana nasib kader partainya yang memiliki masa namun tidak punyai duit dengan jumlah besar seperti yang dimintakan partainya, dia mengatakan, sepertinya PPP agak sulit untuk menempatkan kader seperti itu berada di nomor urut satu, tetapi bukanlah serta merta harus pula menggeser kader itu ke nomor urut berikutnya. Hanya saja, pihaknya tetap miminta kader di nomor urut satu harus menyediakan duit karena untuk kebutuhan partai.
Menurut Ketua DPW PPP H Nusnirwan, sekurangnya PPP di daerah ini paling tidak membutuhkan biaya tak kurang dari Rp7 miliar dalam menghadapi Pemilu 2009 mendatang. Dan sekarang, kondisi keuangan di partai ini cukup minim sehingga terpaksa harus meminta kepada caleg PPP yang berada di nomor urut jadi (maksudnya nomor urut satu).
Disamping itu, Ketua DPW PPP H Nusnirwan juga mengklaim kalau keterangan kader partainya Hamid Arifien seperti yang dimuat Pelita, Senin (25/8), merupakan keterangan sesat dan mengada-ngada. Bahkan dikatakannya, Hamid Arifien yang tercatat sebagai Ketua Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) Provinsi Jambi selalu membuat kekacauan di tubuh PPP.
Pak (Pelita-Red), jangan dengar lagi apa yang disampaikan Hamid Arifien, karena dia (Hamid Arifien) itu sudah seperti provokator, dan dimana sebelumnya juga sudah pernah nyeberang ke partai politik lain, katan Nusnirwan. (nf)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Enam Fraksi di DPRD Prov. Jambi
Ramadhan Datang Harga Gas Naik
Pemkab Tebo Telah Melaksanakan Program Aksi Desa Mandiri
Kalau Mau Nomor Urut Satu Harus Begitu
Dispenda Barut Gelar Pekan Sadar Membayar PBB
 
  Berita Lainnya
Enam Fraksi di DPRD Prov. Jambi
Ramadhan Datang Harga Gas Naik
Pemkab Tebo Telah Melaksanakan Program Aksi Desa Mandiri
Kalau Mau Nomor Urut Satu Harus Begitu
Dispenda Barut Gelar Pekan Sadar Membayar PBB
 


Copyright Pelita 2007©