Edisi Selasa , 09 Februari 2010  
 Topik
Assalamualaikum
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Hallo Bogor
Derap TNI-Polri
Otonomi Daerah
 Rubrik Khusus
Pelita Hati
Hiburan
Pariwisata
Kesehatan
Budaya
Parlementaria
Lemb Anak Indonesia
Otonomi Daerah
Pemahaman Keagamaan
Lingkaran Hidup
Forum Mahasiswa
Swadaya Mandiri
Forum Berbangsa dan Bernegara
Dunia Tasawuf
  Kurs Valuta Asing
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
  Rumah sakit
Pemkodya Jakpus Sosialisasikan Biopori
[Metropolitan]

Pemkodya Jakpus Sosialisasikan Biopori

Jakarta, Pelita
Pemkodya Jakpus melakukan sosialisasi tentang program Jakarta Green and Clean serta pemanfaatan lubang Biopori yang diikuti camat dan lurah serta berbagai organisasi kemasyarakatan se-Jakpus.
Sosialisasi tersebut dimaksudkan untuk lebih mengenalkan terobosan baru dalam penanganan banjir, pemanfaatan air tanah, serta kebersihan lingkungan di Jakarta. Apalagi saat ini banyak masyarakat belum mengetahui biopori dan kurangnya kesadaran warga tentang kebersihan dan penghijauan lingkungan di tempat tinggalnya.
Dengan sosialisasi diharapkan kesadaran masyarakat tentang pelestarian lingkunganya dapat ditingkatkan lagi, ujar Walikota Jakpus H Muhayat.
Menurut Muhayat dengan sistem biopori yang ditemukan pertama kali di Institut Pertanian Bogor (IPB) memiliki berbagai kelebihan dalam penerapanya. Selain tidak membutuhkan biaya yang besar dan lahan yang luas juga sangat mudah dilakukan.
Sistem penyerapan air hujan melalui lubang biopori merupakan terobosan yang besar manfaatnya, terutama bagi kota Jakarta, karena sesuai dengan karakteristik lingkungan ibukota. Selain itu keefektivitasanya juga sudah teruji ujarnya.
Biopori memiliki fungsi sebagai lubang penyerap genangan air akibat hujan serta menyimpannya di dalam tanah. Dibuat dengan cara melubangi tanah dengan diameter 10 centimeter hingga 15 centimeter dengan kedalaman satu meter.
Green and Clean tersebut, kata Muhayat, harus terus dilakukan karena Green yang berarti penghijauan harus dilakukan dengan cara menanam pohon di lingkungan terdekat yaitu rumah. Sedangkan clean yang berarti kebersiahn adalah menanggulangi masalah sampah. Yang satu ini sudah dilakukan di beberapa kelurahan di Jakpus di antaranya di Kelurahan Cempaka Baru dan Bungur.
Warga di Cempakabaru dan Bungur telah mulai mendaur ulang sampah rumah tangga mereka dan merubahnya menjadi pupuk cair yang dimanfaatkan untuk memupuk tanaman yang di pekarangan rumah mereka, terangnya.
Dalam acara sosialisasi tersebut juga diperkenalkan mesin pembuat biopori oleh salah satu perusahaan terkenal yang dapat membuat sebuah lubang hanya dalam waktu kurang lebih 5 menit. Alat itu berbentuk mobil traktor mini yang dilengkapi dengan sebuah bor besar pembuat lubang biopori. Alat itu sempat diujicoba untuk membuat lubang biopori di lingkungan kantor Walikotamadya Jakpus.(naz)




 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Kesadaran Warga atas Bahaya Flu Burung Rendah
Sebanyak 35 Pohon Tumbang di Jakbar
Pedagang Pasar Permai dan Pasar Ular Bakal Direlokasi
APPSI Sepakati 4 Rekomendasi
Hati-hati dengan PRT
 
  Berita Lainnya
Kesadaran Warga atas Bahaya Flu Burung Rendah
Sebanyak 35 Pohon Tumbang di Jakbar
Pedagang Pasar Permai dan Pasar Ular Bakal Direlokasi
APPSI Sepakati 4 Rekomendasi
Hati-hati dengan PRT
 


Copyright Pelita 2007©