Edisi Sabtu , 04 September 2010  
 Topik
Assalamualaikum
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Hallo Bogor
Derap TNI-Polri
Otonomi Daerah
 Rubrik Khusus
Pelita Hati
Hiburan
Pariwisata
Kesehatan
Budaya
Parlementaria
Lemb Anak Indonesia
Otonomi Daerah
Pemahaman Keagamaan
Lingkaran Hidup
Forum Mahasiswa
Swadaya Mandiri
Forum Berbangsa dan Bernegara
Dunia Tasawuf
  Kurs Valuta Asing
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
  Rumah sakit
Manusia Purba dari Lombok Barat
[Agama dan Pendidikan]

Mataram, Pelita



Sedikitnya empat kerangka yang diduga "manusia purba" berbadan tinggi dan bertaring ditemukan seorang perajin batu bata di Dusun Lendang Berora, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Pemenang, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).


Seorang warga Lendang Berora, Kecamatan Pemenang, penemu benda bersejarah tersebut, Aidun (30) di Lendang Berora sekitar 26 kilometer arah utara Mataram mengatakan, di sekitar lokasi penemuan kerangka "manusia purba" itu juga ditemukan sekitar enam butir emas berbentuk 'pelor' sepeda.


Dikatakannya, kerangka "manusia purba" dan bertaring yang tingginya lebih dari dua meter itu ditemukan di dalam tanah pada kedalaman sekitar satu setengah hingga dua meter ketika sedang menggali tanah untuk membuat batu bata.


"Kini perhiasan emas berbentuk bundar dan berlubang yang diperkirakan kalung itu sudah hilang. Saya pernah menyimpan enam biji, namun ketika saya cari tidak ditemukan lagi, mungkin terjatuh ketika saya memperbaiki rumah," ujarnya.


Sementara empat kerangka yang diduga "manusia purba" berukuran tinggi dan besar itu sempat dibawa pulang ke rumah, namun karena anak-anaknya takut akhirnya dikubur atau ditanam kembali di sekitar lokasi penemuan.


Aidun mengaku setelah menemukan kerangka "manusia purba" tersebut sering bermimpi melihat tiga perempuan bertubuh tinggi berjalan diiringi gamelan, dan ketika sampai di tempat penemuan kerangka manusia itu secara tiba-tiba hilang.


"Saya kadang-kadang merasa takut, karena sering mimpi melihat manusia berbadan besar yang tingginya lebih dari dua meter, karena itu tulang belulang tersebut langsung saya tanam di sekitar lokasi penemuan," katanya.


Pada bulan Juli 1996 lalu di lokasi tersebut juga pernah ditemukan "kerangka manusia", topeng pipih terbuat dari lempengan emas 18 karat berukuran sekitar 8 cm x 12 cm dan puluhan manik-manik, namun oleh penemunya dijual ke sebuah toko emas di Cakranegara, Kota Mataram.


Topeng emas berbentuk wajah manusia lengkap dengan mata, hidung dan mulut itu diduga berfungsi sebagai penutup wajah mayat dalam upacara penguburan, sedangkan manik-manik emas berfungsi sebagai perhiasan.


Selain topeng emas, pada Juli 1996 juga ditemukan mata tombak terbuat dari besi, periuk tanah liat yang teknik pembuatannya masih sederhana serta keris, tetapi semuanya sudah rusak akibat berkarat.


Sementara itu, Kepala Museum Negeri Provinsi NTB, Joko Prayitno yang dimintai pendapatnya tentang penemuan benda purbakala itu kepada Antara mengatakan, sulit diketahui jenis "manusia purba" tersebut termasuk pelor emas.


"Untuk mengetahuinya harus dilakukan penelitian dan 'ekskavasi' (penggalian di suatu tempat yang mengandung benda-benda purbakala). Karena itu saya akan segera melaporkan kepada Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dan Balai Arkeologi Nasional (Balarnas)," katanya.


Pada Januari 2004 ini tim dari Balar akan melakukan ekskavasi pada situs Pelambik, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, tempat penemuan kapal batu dari kala 'pleistosen' atau zaman batu tua.


Sebelumnya Pusat Penelitian Arkeologi Nasional memperkirakan benda-benda purbakala yang ditemukan di situs Lendang Berora itu merupakan 'artefak' (benda-benda yang dibuat manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya).


Benda-benda purbakala tersebut diduga 'artefak' paling tua baik yang terbuat dari emas, besi dan benda-benda gerabah, seperti periuk dan kendi yang dikenal sejak zaman prasejarah atau megalitikum.


"Benda-benda purbakala yang ditemukan di situs Lendang Berora terutama berupa gerabah dan logam diperkirakan berusia ratusan tahun, bahkan bisa mencapai ribuan tahun," katanya.


 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Posko Kesehatan Indonesia di Wadi Gudaid
Rahasia Mencapai Sukses Dunia dan Akhirat
Fatwa Bunga Bank Haram, Kurangi Dominasi Kapitalisme Global
Pelajaran dari Tempat Ziarah
Antre Para Pensiunan, Antara Kebutuhan dan Kenangan
 
  Berita Lainnya
Posko Kesehatan Indonesia di Wadi Gudaid
Rahasia Mencapai Sukses Dunia dan Akhirat
Fatwa Bunga Bank Haram, Kurangi Dominasi Kapitalisme Global
Pelajaran dari Tempat Ziarah
Antre Para Pensiunan, Antara Kebutuhan dan Kenangan
 


Copyright Pelita 2007©